![]() |
| Courtesy: www.pehtem.com |
Translate
Selasa, 30 Juni 2015
Fakta dan Mitos Seputar HIV
Minggu, 14 Juni 2015
PROTES
rasakanlah..
raba perlahan, pedang keadilan kian tumpul
lihat..
lihatlah..
lihat mereka lapar, harga pangan dan kebutuhan kian mahal
dengar..
dengarlah..
dengar suara kaum yang dibungkam terpaksa, tak tahu mesti bagaimana – lalu, terdiam
karena kita rakyat
kita melarat
sebab mereka pejabat
lupa pada amanat
lantas tunggu apakah?
bergeraklah..
kumpul..
kumpulkanlah..
kumpul, kunjung lintas becek sawah di desa-desa, bau busuk di gorong-gorong kumpul, peluklah cintanya
belajar..
ajarkan..
belajar bersama dalam pendidikan pembebasan; bukan justru belenggu kebodohan
turun..
turunkan..
turun ke jalan, juga rumah dewan!
lawan Lintah – lintah penghisap kursi kekuasaan
teriakan ‘tuk petuah kebijakan yang lambat laun, makin pikun
bakar saja; bakar api semangat mereka!
bumi hanguskan biangbiang kerakusan!
bilang ini rakyat
kini nekat
pada mereka keparat
penjahat berjudul pejabat
apa yang kita punya?
PRO – TES
apa yang kita bisa?
P.R.O.T.E.S
apa ada kita daya?
PROTES!
Tangerang, 13 April 2015
Jumat, 12 Juli 2013
Kepastian? Bagaimana dengan gerakan perubahan.
Apa yang pasti di dunia fana ini? "Kematian". Demikian sebagian besar orang akan menjawabnya mungkin.
Beberapa hari ini entahlah, aku selewat kerap merenungi hal yang justru direnungkan akan semakin bergerak deras meninggalkan.
Apakah perihal tersebut?
Waktu.
Waktu terus berjalan dan jaman semakin cepat berubah. Terlepas perubahan yang baik atau buruk akan kembali ke esensi relatifitas.
Yang menarik adalah bagaimana hal yang pada masanya begitu diagungkan atau justru dihinakan dapat berubah secara mencolok, begitu juga masyarakat yang dahulu pada masanya mendukung dapat saja secara cepat dan sepakat menolak, atau sebaliknya.
Dalam kondisi seperti ini pihak yang ortodoks akan tertekan dan mereka yang netral akan segera terlihat kecendrungan arah berpihaknya.
Mengambil posisi terbaik atau habis dilindas jaman.
Sang waktu terlihat kejam? Mungkin.
12 Juli 2013.
Rabu, 10 Juli 2013
Naruto, Bleach dan Onepiece. Rabu Menjadi Penuh Senyum
Rabu, selalu menjadi hari yang berbeda bagi mereka pencinta Manga. Di hari tersebut memang rutin rilisan dari ShonenJump terbit. Saat ini sudah tidak aneh bila banyak orang dewasa menjadi penikmat manga. Dulu mungkin agak sedikit malu-malu untuk mengakui bahwa pada batas melewati usia remaja masih membaca komik. Sekarang? tidak lagi.
Justru saat ini konsumsi beberapa manga hampir sama sebagaimana film. Ada rating dimana diatur untuk batas umur berapakah konten sebuah manga cocok dikonsumsi.
Saya akan coba membahas kesaktian tiga besar rilisan ShonenJump yang saya tuliskan di Judul. ketiga manga tersebut telah hadir lebih dari 10 tahun menemani para pencinta manga diseluruh dunia. So, here we go:
1. Naruto
Selasa, 09 Juli 2013
Indonesia Memang Beda
Indonesia memang beda,
Begitu kaya dikenal dengan Nusantara.
Indonesia memang beda,
Dari suku hingga agama.
Indonesia tak harus sama,
Biarlah tetap kaya.
Indonesia tak harus sama,
Saling menghormati berbagi rasa.
9 Juli 2013
Kamis, 04 Juli 2013
Saya tetap menulis
Dalam rangkaian kata-kata ini adalah upaya saya untuk mempertahankan terus menulis.
Selasa, 02 Juli 2013
Mencandu Luka, Mendambakan Cinta
Kelipan cahaya kecil dari handphone mengalihkan pandanganku dari tumpukan-tumpukan laporan kusut yang akan memasuki deadline. Sebelum mengeceknya kusempatkan terlebih dahulu meraih cangkirku dan menyeruput kopi hitam ke-3 siang ini. Senyumku mengembang, sebuah pesan singkat di Whatsapp: "sudah makan, bie?". Demikian Angel mencoba menyapaku. Aku bukan baby dan namaku adalah Robby. Dia memang Angel sebagaimana ku mengenalnya.
"It's been so long ago Since you waved my love goodbye With sadness in your eyes You left me wondering why. Yes I was hurt before But it never felt so strong Now I face the world so wrong Without you I can't go on"
=============================
By, aku ingin menemui Satria sekali lagi..
Satria? Lagi?
Iya, aku ingin memastikan lagi..
Kamu gak mengerti yah?
Dia bahkan mengacuhkanmu
Oh, here we go again..
Terserah kamu deh, ngel
Selamat malam..
...iya...
=============================
History percakapan di whatsapp seminggu lalu. Sesaat hening menyapaku.
"It's just the way I feel I know we're meant to be. I'm praying day and night. Why can't you see?"
Adakalanya semua begitu indah setidaknya bagiku. Ada saatnya juga perdebatan mulai muncul. Suatu hal yang takkan pernah aku bisa pahami mungkin. Aku dipenuhi asumsi tentang sosok satria ini. Tapi bukan disitu jeritan lantangku, melainkan mengapa Angel begitu menaruh pengharapan padanya.
Kami sama-sama berdoa setiap pagi dan malam..namun demi sosok yang berbeda.
Aku menanam luka.
"Over and over again I feel the pain in my heart. Can we make a brand new start? Over and over again I keep on loving you. There's no end"
Berulangkali ibarat candu ku nikmati setiap perih dan luka yang semakin basah. Selalu percaya pada suatu pengharapan dan meyakini waktu akan berbicara. Namun takdir sepertinya berbalik badan semenjak awal perkenalan kami melalui media sosial. Bersama waktu perlahan upaya membunuh semakin jelas.
Aku rasa aku lelah..dengan kekuatan tersisa harus melangkah.
Dia pun tak bergeming. Selalu menatap ke utara saat aku berada di barat. Lambaian tangannya menjadi sinyal yang jelas..
Silahkan melangkah, by..
"These times without you Turned my life into hell. Everyone can see But no one can help. I did the best I could To get you out of my mind To prove I'm not that blind. But I just couldn't lie"
Dibandingkan peristiwa lalu, kali ini cukup lama memang komunikasi kami terputus. Aku yang biasa memulai kini dibatasi oleh ego.
Warna ceriaku memudar. Rekan-rekan mempertanyakan dan atasan pun mengeluarkan teguran. Iya, kerjaanku akhir-akhir ini menjadi berantakan.
Betapa lemah kupikir bagaimana sebuah kisah tak jelas dapat mengguncang keseluruhan hidupku. Beban pertanyaan kian menggumpal, ada hal yang mesti kuselesaikan. Ku pikir.
Ku tekan nomor yang ada di Whatsapp dan terhubung..
Kafe "Kopi Senja", tempat biasa kami bertemu di seputaran Kemang. Pukul 5 sore ini.
Huuftt...hembusan nafas dengan nada keentahan..
"Love is all I feel I know we're meant to be. Don't waste our time too long. Angel, angel come with me!"
Mencoba mengisi waktu menunggu dan menunda semua deadline aku coba luangkan sejenak bermain Candy Crush Saga. Hancur-hancuran. Matikan saja sejenak perangkat komunikasi modern ini pikirku.
Aku harus menjernihkan pikiran membuat persiapan..sebuah pertemuan, kembali.
Sebatang rokok terakhir..setidaknya ini bisa menjadi alasanku untuk keluar dari ruangan dan meninggalkan meja kantor.
Sudah 04.20...
Hembusan demi hembusan. Keraguan ini takkan habis dan hanya menelan diriku bulat-bulat bila tanpa penyelesaian..bijak pun mulai menepi.
Aku rasa bertaruh kembali dengan kebodohan tidak akan menjadi suatu masalah. Toh, kemarin pun aku terbiasa mengalah. Demi bahagia semu semata.
Aku memang pecundang. Mengulang kembali derita..mengharapkan cinta.
Lagu:
Robby Valentine -
Over and Over
Again.
Angel, kemarilah..aku kembali disini. Ilusi.
3 Juli 2013.

